Selasa, 30 Oktober 2012

PSIKOLOGI ANAK
 
USIA 2-3 TAHUN (KELOMPOK BERMAIN)
 
1.    Fisik
  • Aktif tapi cepat lelah.
  • Perlu ruang untuk bergerak bebas.
  • Mudah kena penyakit.
 
2.    Mental
  • Menemukan dunianya dengan pancaindera, suka menyentuh benda.
  • Perhatian terbatas 2-5 menit, lalu beralih pada kegiatan lain.
  • Keterbatasan perbendaharaan kata. Masih sulit untuk berkata-kata dan menyanyi dengan lancar. Lebih menggunakan gerak isyarat, air muka, sikap dan reaksi emosi. Sering mendengar radio, tape, TV bisa menambah perbendaharaan katanya.
  • Keterbatasan daya tangkap. Lebih paham “jauh, amat jauh” dari pada “1 km, 100 km”.
 
3.    Sosial
  • Bergantung kepada orang lain: perlu dibantu berpakaian, ke WC, dll.
  • Berpusat pada diri sendiri, individualistis.
 
4.    Emosional
  • Takut akan hal-hal yang tidak dikenalnya.
  • Emosi yang tidak mantap: menangis, tertawa.
  • Peka terhadap keadaan sekitarnya: memberikan reaksi senang atau tidak senang terhadap suasana, warna. Ruangan seharusnya cerah dan berwarna warni, hangat, menyenangkan. Guru riang, ceria.
 
5.    Rohani
  • Sikap dibentuk oleh orang dewasa dan teman: suka meniru orangtua, guru, kakak. Keteladanan sangat penting dalam hal berdoa, ibadah,dll.
  • Mulai menangkap konsepsi rohani yang dasar: Allah mengasihinya, Gereja rumah Allah, Alkitab adalah kitab istimewa.
  • Anak ini belajar lebih banyak melalui sikap daripada melalui konsep.
  • Tanggapan terhadap kasih: Ia ingin dikasihi dan diperhatikan. Karena itu beritakanlah kasih Allah.
 
 
USIA 4-5 TAHUN (TAMAN KANAK-KANAK)
 
1.    Fisik
  • Perkembangan yang pesat. Aktif, ribut.
  • Tenaga yang terbatas, mudah kena penyakit.
  • Kegiatan yang terarah. Anak usia ini meniru orang, binatang, benda. Dia bisa berpura-pura jadi ayah, kuda, polisi, kereta api, dll.
 
2.    Mental
  • Menyadari identitas diri: mengenal perbedaan kelamin.
  • Pertambahan perbendaharaan kata. Sering menggunakan kata-kata yang baru baginya, yang kadang belum terlalu dia pahami.
  • Pengertian tentang konsepsi terbatas tentang waktu, ruang dan angka.
  • Bicara bebas mengutarakan perasaaan.
  • Daya khayal yang kuat.
 
3. Emosional
 
  • Pengawasan diri lebih baik dari anak batita dalam hal emosi, tapi masih perlu bimbingan untuk belajar bergaul. Ia harus mengihindari tingkah laku yang tidak bisa diterima seperti menggigit, memukul, mencubit, mendorong.
  • Takut kepada banyak hal. Karena itu jangan ditakut-takuti, agar jiwanya dapat berkembang dengan sehat.
  • Kadang timbul kecemburuan, misalnya terhadap adik.
4. Sosial
  • Sadar akan kelompok dan mudah menyesuaikan diri. Ia belajar sikap egois dan keras kepala berarti terpisah dari kelompok, jadi ia belajar bekerja sama.
  • Mengatasi sifat berpusat pada diri sendiri.
5. Rohani
  • Mudah percaya pada apa yang diajarkan kepadanya.
  • Perlu dibimbing untuk dapat membedakan secara jelas antara realitas dan khayalan.
  • Mulai tertarik pada pengalaman ibadah dan pengertian rohani. Dia perlu belajar misalnya tentang akibat dusta dan pahala kebajikan. Mulai bisa membedakan mana yang benar dan salah.
  • Anak usia ini perlu dilatih untuk mendisiplin dirinya demi kebaikannya.
 
USIA 6-8 TAHUN (PRATAMA, SD KELAS 1,2,3)
 
1.    Fisik
 
  • Giat dan mempunyai banyak tenaga, sekalipun cepat lelah sehingga kegiatan perlu diselingi dengan istirahat.
  • Dapat memusatkan perhatian selama 10-15 menit, tapi karena sifatnya yang gelisah menyebabkan ia tidak dapat duduk tenang tapi harus selalu bergerak. Kegiatan ini membantu pertumbuhan dan perkembangannya.
  • Suka kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga ia memperoleh banyak manfaat. Permainan yang dipilih anak laki dan perempuan mulai berbeda.
 
2.    Mental
  • Seorang pengamat yang ingin mengumpulkan berbagai informasi.
  • Berpikir harfiah. Masih sulit mengerti istilah abstrak dan kiasan.
  • Berpusat pada pengalaman.
  • Ingatan yang baik.
3. Emosional
 
  • Merasa tidak aman, cepat emosi.
  • Mendambakan kasih dan bimbingan.
  • Mencari pelayanan: menaruh perhatian dan simpati pada orang sekitarnya.
 
4. Sosial
  • Peramah. 
  • Ingin diterima dan berperan serta dalam kelompok.
  • Senang bekerja sama dengan rekan. Anak laki dan perempuan bisa bermain bersama walau kadang ada permusuhan. Berikan gambaran yang sehat tentang pria dan wanita.
 
5. Rohani
  • Hati nuraninya peka, terdorong untuk patuh dan memiliki kepercayaan penuh, namun ia mulia mencari bukti dan kepastian dari yang dipercayainya.
  • Bisa membedakan dengan jelas antara fakta atau khayalan, benar atau salah.
  • Mengikuti teladan.
  • Siap mengambil keputusan.
  • Berminat terhadap ibadah. Ibadah yang menarik dan teratur akan memberikan kesan positif terhadap hal rohani.
 
USIA 9-11 TAHUN (MADYA, SD KELAS 4,5,6)
 
1.    Fisik
 
  • Giat dan memiliki tenaga yang berlimpah-limpah. Otot berkembang.
  • Relatif bebas dari penyakit, nafsu makannya besar sehingga perlu diatur.
  • Melalaikan diri sendiri. Perlu diajar merawat diri, rapi: pakaian, barang, dll.
 
2.    Mental
  • Serba ingin tahu, suka menyelidik. Suka akan perlombaan.
  • Pengumpul yang rajin: kartu bergambar, perangko, buku, dll.
  • Gemar membaca. Menghafal dengan cepat: masa ingatan yang cerah.
  • Pengamat yang teliti. Dapat berpikir dengan baik.
3. Emosional
 
  • Menyatakan perasaannya. Dia perlu belajar kapan bersikap serius, kapan bisa bersukaria.
  • Tidak sabar. Cepat membantah dan membela diri, tapi cepat tenang lagi.
  • Tidak suka menunjukkan rasa terharu dan tidak mau dikasihani orang lain bila dalam kesulitan.
  • Menyukai humor. Bantu dia memilih lelucon yang sehat dan baik.
 
4. Sosial
  • Menyesuaikan diri, suka bergabung dengan teman sebaya.
  • Memihak kepada orang yang disenangi.
  • Sering terjadi pemisahan antara anak laki dan perempuan.
  • Menginginkan keadilan dan lebih banyak bersaing.
 
5. Rohani
  • Mulai memiliki idola (memuja pahlawan).
  • Siap menerima keselamatan.
  • Mengerti kebenaran dan mulai bertumbuh secara rohani.
 
USIA 12-14 TAHUN (TUNAS REMAJA, SMP KELAS 1,2,3)
 
1.    Fisik
 
  • Pertumbuhan pesat, tetapi tidak seimbang. Nafsu makan meningkat. Jerawat mulai timbul.
  • Mulai ada keinginan memiliki bentuk tubuh yang ideal.
  • Perubahan tubuh bagian dalam, memasuki masa pubertas. Ciri kelamin sekunder mulai muncul. Perkembangan seksual wanita sekitar 1-2 tahun lebih cepat dari pria.
 
2.    Mental
  • Kemampuan intelektual yang meningkat. Dapat memecahkan problema yang lebih sulit. Memiliki kebijaksanaan, pertimbangan dan akal sehat dalam hal yang praktis.
  • Mampu menghadapi hal yang abstrak dan simbolis. Ia dapat menghapal dengan baik namun harus ada alasan bila mendapat tugas itu.
  • Kritis. Menuntut segala sesuatu harus dapat diuji oleh pemikiran, namun masih sangat terbatas pengalamannya.
 
3. Emosional
 
  • Tidak tetap, berubah-ubah.
  • Mudah terangsang emosinya, sensitif perasaannya.
 
4. Sosial
  • Masa berontak dan melepaskan diri dari orang tua. Kadang berselisih pendapat dengan orangtua.
  • Mencari orang di luar rumah orang yang menjadi tokoh identifikasi.
  • Kontak sosial di sekolah dengan teman sebaya penting. Popularitas adalah hal yang terutama. Mereka ingin bersenang-senang dengan kelompoknya. Ini bisa diarahkan untuk berorganisasi dan melakukan kegiatan yang positif.
  • Pria dan wanita mulai saling tertarik, walaupun sebetulnya anak tunas remaja lebih membutuhkan teman karib yang sejenis dengannya.
 
5. Rohani
  • Perlu ditantang untuk bertobat. Jika pada usia ini kita tidak menjangkau dia untuk Kristus, kemungkinan dia tidak akan pernah dapat dimenangkan.
  • Menginginkan agama yang praktis, yang mengubah hidupnya, memuaskan kerinduannya, mengubah cita-citanya. Keteladanan guru sangat penting.
  • Perlu ditekankan pengajaran moral dan karakter. Ini waktu yang sangat menentukan apakah dia menjadi orang yang saleh atau penjahat.
  • Dia perlu ditantang mengabdikan diri kepada Allah. Ia menginginkan kemantapan yang dihasilkan oleh Firman yang kuat. Ia ingin kepastian yang didasarkan pada kenyataan, bukan perasaan.
  • Pada masa ini ada kerinduan yang kuat untuk melayani.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar